Teori Dissonansi Kognitif (Theory of Cognitive Dissonance)

Teori Dissonansi Kognitif (Theory of Cognitive Dissonance)

Manusia memperoleh informasi yang diterima melalui lima tahap: Pertamasensory input (proses pengindraan terhadap stimulus yang ada di lingkungan). Kedua, central processing (proses pemberian makna). Ketigainformation storage (penyimpanan informasi). Keempatinformation retriveal (pemanggilan kembali informasi). Kelimautilazation (memanggil dan mentransformasikan informasi).

  1.  Teori Pertukaran Sosial

Teori ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain, karena mengharap sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.

  1.  Teori Inokulasi (Inoculation theory)

Teori ini mulanya ditampilkan oleh McGuire yang mengambil dari peristiwa  medis.

  1.  Teori Kredibilitas (Credibility Theory)

Kredibillitas menurut Aristoteles, bisa diperoleh jika seorang komunikator memiliki ethos, pathos, dan logos.

  1.  Teori Behaviorisme (Behaviorism Theory)

Teori ini lahir sebagai reaksi terhadap intropeksionisme, yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subjektif dan psikoanalisis (alam bawah sadar yang tidak tampak).

  1. Teori Interaksi Simbolik (Symbolic Interactionism)

Teori ini berinduk pada perspektif fenomenologis, menurut natanson, merupakan salah satu istilah generik merujuk pada semua pandangan ilmu sosial.

  1.  Nonverbal Expectancy Violation Theory

Judee burgoon dan Steven Jones pertama kali merancang teori ini untuk menjelaskan konsekwensi dari perubahan jarak dan ruang pribadi selama interaksi komunikasi antarpribadi.

sumber :

https://areaponsel.com/seva-mobil-bekas/

Anda mungkin juga suka...